Rabu, 05 Februari 2025

UMK BREBES TERBARU DAN CONTOH KASUS PERHITUNGAN LEMBUR UMK BREBES TAHUN 2025




Gaji UMR Brebes 2025 sudah disahkan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjaha, sebesar Rp 2.239.801. Besaran upah minimum ini sebelumnya merupakan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Brebes. Melansir laman resmi Pemprov Jateng, pada tahun 2024, gaji UMR Kabupaten Brebes tercatat sebesar Rp 2.103.100, sehingga apabila dibandingkan UMK Brebes 2025, kenaikannya cukup tinggi dengan persentase 6,5 persen. Berikut ini adalah gaji UMR Brebes dalam 5 tahun terakhir: UMK Brebes 2021: Rp 1.866.722 UMK Brebes 2022: Rp 1.885.019 UMK Brebes 2023: Rp 2.018.837 UMK Brebes 2024: Rp 2.103.100 UMK Brebes 2025: Rp 2.239.801 Baca juga: Gaji UMR Tegal 2025, Baik Kota maupun Kabupaten Besaran gaji UMR Brebes dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah ini disahkan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/45 Tahun 2024.

Kenaikan UMK yang sebesar 6.5%  juga berpengaruh terhadap Perhitungan Jam lembur karyawan, 

Berikut sedikit gambaran Contoh Perhitungan Lembur Perjam UMK Brebes tahun 2025,

*Keterangan :*

Gaji Pokok 2024 = Rp 2,239,801

Lembur Hari Biasa jam ke - 1 : 150 %

Lembur Hari Biasa jam ke - 2 - 3 : 200 %

Lembur Hari Libur jam ke - 1 - 8 : 200 %

Lembur Hari Libur jam ke - 9 : 300 %

Lembur Hari Libur jam ke - 10 : 400 %


*Cara Perhitungan :*

Lembur Hari Biasa jam ke-1 /150 %

(Rp 2,239,801/173)x1x150 % = Rp 19.420


*Contoh Kasus :*

1. Hari Senin Budi lebur Total 3 Jam 

maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 19.420 + Rp 51.787 = Rp 71.208


** Lembur Hari Biasa jam Ke 1 : 150 %*

(Rp 2,239,801 / 173 ) x 1 x 150 % = Rp 19.420


** Lembur Hari Biasa jam Ke 2~3 : 200 %*

(Rp 2,239,801 / 173 ) x 2 x 200 % = Rp 51.787


Hari Sabtu Budi lembur Total 9 Jam maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 207.149 + Rp 38.840 = Rp 245.990


** Lembur Libur jam Ke 1~8 : 200 %*

(Rp 2,239,801 / 173 ) x 8 x 200 % = Rp 207.149


** Lembur Libur jam Ke 9 : 300 %*

(Rp 2,239,801 / 173 ) x 1 x 300 % = Rp 38.840


** Lembur Libur jam Ke 10 : 400 %*

(Rp 2,239,801 / 173 ) x 1 x 400 % = Rp 51.787

Perhitungan Lembur juga berbeda-beda, tergantung hari kerja, UMK dan masa kerja juga berpengaruh terhadap perhitungan lembur masing - masing karyawan

Kamis, 25 Juli 2024

Cara mudah menghitung Potongan Gaji perhari UMK Brebes 2024

 Saat mendapati seorang karyawan tidak masuk kerja tanpa keterangan. Terkadang bikin emosi, perilaku ini tidak fair karena merugikan perusahaan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah pemotongan gaji. Lalu, bagaimana cara menghitung pemotongan gaji karena absen?

Aturan Pemotongan Gaji Karena Absensi

Pada dasarnya, karyawan berhak mendapatkan gaji sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati oleh perusahaan dan pekerja.

Namun ketika karyawan mangkir dari pekerjaan, perusahaan memiliki hak untuk memotong gaji mereka berdasarkan jumlah absensi.

Di Indonesia sendiri dikenal dengan asas No Work No Pay.

Perusahaan tidak boleh sembarangan memotong upah pekerja seenaknya. Untuk itu, perusahaan harus mengacu pada peraturan yang berlaku di Indonesia.

Jika melihat penjelasan dari Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayat 1, perusahaan berhak tidak membayar gaji karyawan apabila mereka tidak melakukan pekerjaannya.

Ada beberapa hal atau kondisi di mana perusahaan tidak bisa memotong gaji karyawan.

Kondisi-kondisi ini diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 93 Ayat 2 yang menjelaskan ketentuan yang melarang perusahaan memotong gaji karyawan.

Berikut ketentuannya:

Karyawan jatuh sakit sehingga tidak mampu bekerja, biasanya untuk karyawan yang tidak masuk karena sakit, Perusahaan akan meminta bukti lampiran Surat Keterangan Dokter yang di lengkapi diagnosa dan copy resep, agar mempermudah Perusahaan mengetahui Penyakit yang di derita karyawan tersebut. Untuk karyawan yang tidak tidak masuk kerja tetapi tidak bisa membuktikan/melampirkan SKD biasanya Perusahaan akan tetap memotong gaji karyawannya,


Karyawan perempuan yang mengalami menstruasi pada hari pertama sehingga tidak dapat bekerja, biasanya untuk karyawan perempuan yang tidak masuk kerja karena menstruasi juga harus melengkapi surat keterangan dari dokter juga, agar gaji tidak terpotong,


Memiliki keperluan dalam hal menikah, bi menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan, melahirkan, serta kandungannya keguguran

Ada anggota keluarga yang meninggal dunia, (keluarga inti seperti ayah, ibu, mertua, mendapat cuti 2 hari, sedangkan adik kaka kandung, nenek/kakek (masih tinggal dalam satu rumah mendapat cuti 1 hari.

Karyawan sedang menjalani kewajiban negara

Sedang menjalankan ibadah

Sedang menggunakan hak cutinya

Karyawan yang bersedia bekerja, namun perusahaan belum mempekerjakannya. Baik karena kesalahan ataupun kendala dari sisi perusahaan.

Sedang melaksanakan pekerjaan dari serikat pekerja sesuai persetujuan perusahaan

Sedang menempuh pendidikan atas perintah perusahaan.


Baik karyawan maupun perusahaan harus memahami kondisi-kondisi ini.

Jangan sampai memotong gaji karyawan karena kondisi di atas.

Akan tetapi, ketika ada karyawan yang memang absen kerja tanpa keterangan, saatnya mengambil tindakan tegas yakni berupa pemotongan gaji.

Bagaimana cara menghitung pemotongan gaji karena absen?

Komponen Pemotongan Gaji Karyawan

Berikut adalah beberapa komponen potongan gaji karyawan yang perlu di ketahui.

PPh 21

Salah satu komponen pemotongan gaji yang pasti ada adalah PPh 21 di mana jumlahnya akan menyesuaikan gaji serta tunjangan-tunjangan lainnya. Untuk karyawan yang bekerja di area brebes dengan gaji umk brebes tidak kena potongan pph 21, karena nominalnya masih di bawah PTKP.

BPJS Kesehatan

Komponen pemotongan gaji lainnya adalah iuran BPJS Kesehatan yang diatur juga pada Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019.

Pada peraturan tersebut disebutkan bahwa iuran pekerja dipotong 5% per bulan di mana 4%-nya dibayarkan oleh perusahaan dan sisa 1% ditanggung oleh karyawan.

BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di mana manfaatnya meliputu Jaminan Hari Tua atau JHT dan juga Jaminan Pensiun atau JP.

Potongan untuk iuran JHT sendiri sebesar 3,7% dari gaji di mana 2% ditanggung oleh pekerja.

Sementara itu untuk Jaminan Pensiun adalah sebesar 3% di mana 1% ditanggung karyawan dan 2% sisanya ditanggung oleh perusahaan. Untuk perhitungan BPJS Ketenagakerjaan sudah di bahas di artikel sebelumnya. 

Nah, bagaimana dengan pemotongan gaji karena absen?

Cara Menghitung Pemotongan Gaji karena Absen

Sistem pemotongan gaji yang paling umum diterapkan di Indonesia adalah sistem gaji prorata.

Proses hitung gaji prorata sendiri berdasarkan jumlah hari kerja karyawan.

Bagaimana jika kita ingin menghitung pemotongan gaji karena absen? Berikut rumusnya:

Gaji = (Jumlah hari kerja karyawan/jumlah hari kerja selama satu bulan) x upah karyawan dalam sebulan


# Contoh Kasus #

Yu Darmi merupakan Operator Produksi dari PT Maju Mundur. Ia memiliki gaji sebesar Rp2.103.100 per bulan. Bulan Juli 2024 memiliki 25 hari kerja.

Pada bulan tersebut, Yu Darmi terhitung tidak masuk kerja tanpa keterangan sebanyak 1 hari. Bagaimana cara menghitung pemotongan gaji karena absennya Yu Darmi?

Gaji = (Jumlah hari kerja karyawan/jumlah hari kerja selama satu bulan) x upah karyawan dalam sebulan

Jumlah hari kerja Yu Darmi : 25 hari – 1 hari = 24 hari

Upah Yu Darmi selama sebulan = Rp2.103.100 

Gaji Yu Darmi = (24/25) x Rp2.103.100 = Rp2.018.976

Sehingga, Yu Darmi mendapatkan gaji sekitar Rp2.018.976 pada bulan Juli 2024. jadi potongan gaji Yu Darmi sehari sebesar Rp 84.124

Dari sini, kita bisa memahami bahwa, meskipun nominalnya berbeda-beda, persentase pemotongan gaji akibat absen tanpa keterangan nominalnya cukup besar.

Tetapi, perusahaan juga perlu mengingat bahwa tidak bisa memotong gaji karyawan seenaknya.

Ketentuan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 78 Tahun 2015 terkait pengupahan.

Pemotongan gaji mungkin dilakukan perusahaan karena persoalan absensi dan performa.

Parameter performa dapat dilihat dari tugas-tugas yang diberikan kepada karyawan dapat diselesaikan dengan baik atau tidak.

Untuk mengetahui hal tersebut, umumnya perusahaan menggunakan aplikasi manajaemen tugas dan proyek untuk mendapatkan data yang komprehensif.

Perusahaan dapat melakukan pemotongan gaji karyawan karena beberapa hal seperti pinjaman karyawan, pembayaran alat elektronik pendukung pekerjaan, atau kondisi ekonomi perusahaan yang melemah.

Pada prakteknya, banyak komponen-komponen gaji yang harus menjadi bahan pertimbangan perusahaan ketika memotong gaji karyawan.

Misalnya, perusahaan harus memikirkan komponen seperti uang makan harian, potongan BPJS, potongan PPh 21, potongan asuransi kesehatan, dan komponen gaji lainnya. 

Semoga bisa mencerahkan hati kita yang masih belum paham cara perhitungan pemotongan gaji perhari nya, agar kita tidak salah sangka yah gaes…


Selasa, 23 Juli 2024

Cara Perhitungan Pembayaran Lembur UMK Brebes tahun 2024

Buat yang kepo cara perhitungan lembur, atau kamu yang merasa kok lembur terus tapi gajinya kecil . Google adsence l  


Sabar gaess jangan esmosi dulu ... 

Berikut sedikit gambaran biar hati kita ademm dan tau berapa duit sih yang seharusnya di bayar kan


 *Cara Perhitungan Pembayaran Lembur Operator UMK 2024*


*Keterangan :*

Gaji Pokok 2024 = Rp 2,103,100

Lembur Hari Biasa jam ke - 1 : 150 %

Lembur Hari Biasa jam ke - 2 - 3 : 200 %

Lembur Hari Libur jam ke - 1 - 8 : 200 %

Lembur Hari Libur jam ke - 9 : 300 %

Lembur Hari Libur jam ke - 10 : 400 %


*Cara Perhitungan :*

Lembur Hari Biasa jam ke-1 /150 %

(Rp 2,103,100/173)x1x150 % = Rp 18.235


*Contoh Kasus :*

1. Hari Senin Budi lebur Total 3 Jam 

maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 18.235 + Rp 48,626 = Rp 66.861


** Lembur Hari Biasa jam Ke 1 : 150 %*

(Rp 2.103.100 / 173 ) x 1 x 150 % = Rp 18.235


** Lembur Hari Biasa jam Ke 2~3 : 200 %*

(Rp 2.103.100 / 173 ) x 2 x 200 % = Rp 48.626


Hari Sabtu Budi lebur Total 9 Jam maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 194.506 + Rp 36.469 = Rp 230.976


** Lembur Libur jam Ke 1~8 : 200 %*

(Rp 2.103.100 / 173 ) x 8 x 200 % = Rp 194.506


** Lembur Libur jam Ke 9 : 300 %*

(Rp 2.103.100 / 173 ) x 1 x 300 % = Rp 36.469


Buat kalian yang pengen request pengetahuan" lainnya, boleh banget gaess tinggalkan jejak di komentar yah

Minggu, 21 Juli 2024

Cara mudah memahami ketentuan BPJS ketenagakerjaan beserta Perhitungan UMK Brebes tahun 2024

 Buat Kalian yang sudah mulai bekerja, tapi masih bingung dengan perhitungan BPJS Ketenagakerjaan, dan Manfaat yang di dapatkan ketika ikut jadi peserta,

Menghitung iuran karyawan untuk BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya bukan hal yang sulit loh Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013.

Program perlindungan yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan cukup beragam loh…

Cara perhitungan iurannya pun berbeda-beda untuk tiap program, diantaranya :

Ada program jaminan hari tua

jaminan kecelakaan kerja

jaminan kematian

Jaminan Kehilangan Pekerjaan

hingga jaminan pensiun.


Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan Hari Tua



© bpjsketenagakerjaan.go.id

Apabila kamu terdaftar dalam program Jaminan Hari Tua (JHT), kamu akan mendapat manfaat berupa uang tunai yah gaess...

Uang tunai ini akan diserahkan pada peserta program apabila terjadi salah satu di antara 3 alasan Berikut:

peserta mencapai usia 56 tahun atau pensiun

diberikan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia

peserta mengalami cacat total tetap


Nah, besarnya iuran dari JHT adalah 5,7% dari upah kita gaess.

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2024 untuk program JHT dibagi antara perusahaan dan pekerja yah gaess.

Pekerja membayar 2%, sedangkan perusahaan membayar 3,7%.

Contoh Kasus 1

Misalnya, upah Nyai Mardiyah adalah Rp2.103.100. Maka, perhitungan BPJS Ketenagakerjaan program JHT Nyai Mardiyah adalah:

Iuran JHT Nyai = 5,7% x Rp2.103.100 = Rp 119.877 per bulan

Iuran JHT yang dibayar Nyai mardiyah = 2% x Rp2.103.100 = Rp 42.602 per bulan

Iuran JHT yang dibayar perusahaan = 3,7% x Rp2.103.100 = Rp77. 815 per bulan

Mudah, kan?

Nah, kamu bisa cek saldo BPJS Ketenagakerjaan di aplikasinya untuk mengetahui berapa banyak sih JHT yang telah kamu kumpulkan.


2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)


Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2024 selanjutnya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Program ini memberikan perlindungan risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja.

Bahkan, kecelakaan yang terjadi saat kamu commuting kerja juga termasuk, lho!

Nah, karena tiap pekerjaan pasti memiliki risiko kecelakaan kerja yang berbeda-beda, besar iuran untuk tiap risiko pun berbeda-beda juga yah gaess,

Berikut tingkat risiko dan besaran persen upah iuran JKK-nya:

sangat rendah, 0,24%

rendah, 0,54%

sedang, 0,89%

tinggi, 1,27%

sangat tinggi, 1,74%

Tingkat risiko ini harus dievaluasi untuk tiap pekerja selama minimal 2 tahun sekali. Iuran JKK ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.


Contoh Kasus 2

Misalnya, Yu Darmi bekerja dengan risiko kecelakaan kerja rendah. Upah Yu Darmi selama sebulan adalah Rp2.103.100

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Yu Darmi untuk program JKK adalah:

0,54% x Rp2.103.100 = Rp11.357 per bulan.



3. Jaminan Kematian (JKM)


Selanjutnya, kita akan membahas perhitungan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2024 untuk program Jaminan Kematian (JKM).

Program jaminan yang satu ini memberikanmu manfaat berupa uang tunai.

Uang tunai akan diberikan kepada ahli waris peserta apabila meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Uang yang diberikan adalah sebesar:

Rp12.000.000, santunan berkala

Rp20.000.000, santunan kematian

Khusus peserta dengan masa iuran minimal 3 tahun, maksimal Rp174.000.000, beasiswa untuk 2 anak dari TK hingga kuliah

Iuran jaminan kematian seluruhnya ditanggung oleh perusahaan. Biaya iuran per bulannya adalah 0,3% dari upah sebulan.


Contoh kasus 3

Misalnya, Yu Jenab memiliki upah sebesar Rp 2.103.100 per bulan. Maka iuran yang harus dibayarkan perusahaan untuk jaminan kematian Yu Jenab adalah:

0,3% x Rp2.103.100 = Rp6.300 per bulan


4. Jaminan Pensiun (JP)


Apabila seorang pekerja terdaftar di program JP, saat memasuki usia pensiun, peserta akan mendapat sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan.

Nah, syarat dari jaminan ini adalah, peserta harus memenuhi masa iuran selama 180 bulan alias 15 tahun.

Apabila ternyata peserta meninggal dunia di tengah-tengah masa iuran, uang pensiun setiap bulan akan diberikan kepada ahli warisnya.

Selain saat telah memasuki usia pensiun, peserta program jaminan pensiun juga akan mendapat uang tunai apabila mengalami catat total tetap, atau diberikan kepada ahli waris apabila peserta meninggal.

Jadi, hal ini beda dengan jaminan hari tua, yah gaess...


Nah, besar iuran dari JP adalah 3% dari upah peserta JP. Pembayaran pun dibagi menjadi dua.

2% dibayar oleh perusahaan, sedangkan 1% dibayar oleh karyawan.


Contoh Kasus 4

Misalnya, Yu Siti memiliki upah sebesar Rp2.103.100 per bulan. Maka, perhitungan BPJS Ketenagakerjaan iuran JP dari Yu Siti adalah:

Iuran JP Yu Siti = 3% x Rp2.103.100 = Rp63.093 per bulan

Iuran JP yang dibayar perusahaan = 2% x Rp2.103.100 = Rp21.031 per bulan

Iuran JP yang dibayar Yu Siti = 1% x Rp2.103.100 = Rp42.062 per bulan


Setelah kamu membaca artikel ini, tentu kamu tidak akan bingung lagi dengan cara perhitungan BPJS Ketenagakerjaan kan yahh gaess, 

Senin, 15 April 2024

Metodologi umum, aspek aspek yang mempengaruhi manajemen proyek

 BAB I

PENDAHULUAN

Manajemen/pengelolaan proyek adalah suatu disiplin ilmu pada era tahun 1950-an, Amerika bangsa yang pertama kali menggunakan ilmu manajemen proyek. Henry Gantt dapat dikatakan bapak dari ilmu manajemen proyek, dan namanya pun menjadi metode yang digunakan, bernama “Gantt Chart”. Perlu diingat bahwa mempelajari Manajemen Proyek itu tidak terlalu sulit, karena didalamnya terdapat hal-hal yang terbiasa dilakukan oleh manusia, hanya ditambahkan sedikit logika dan aturan yang khusus.Sedangkan Proyek itu usaha yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pada suatu kejadian,yang mempunyai batasan waktu – anggaran – sumber daya yang dibutuhi oleh pelanggan. Meskipada akhir tujuan dari adanya proyek adalah untuk memuaskan pelanggan.

Diperlukan beberapa ciri-ciri/karakteristik dari proyek, yaitu:

ada sasaran/tujuan,

memiliki rentang waktu/deadline,

waktu biaya dan syarat kerja yang lengkap,

berurutan dari a hingga z, terkadang merupakan sesuatu event/kejadian yang sebelumnya belum pernah dilakukan


Latar Belakang


 Sebagai mahasiswa, sistem informasi kita dituntut untuk memahami bagaimana manajemen proyek sistem informasi itu agar ilmu ini bisa di implementasikan dalam kehidupan nyata.Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang manajemen proyek sistem informasi maka selanjutnya akan dibahas lebih mendetail mulai dari pengertian hingga metodologi umum pelaksanaan proyek sistem informasi.


1.2 Rumusan Masalah

a. Pengertian manajemen, proyek dan manajemen proyek.

b. Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi.

c. Metodologi Umum Pelaksanaan Proyek Sistem Informasi ( Metode Generik).


 1.3. Tujuan dan Manfaat

a. Untuk mengetahui dan memahami pengertian-pengertian manajemen, proyek dan manajemen proyek

 b. Mengetahui kebijakan dan perencanaan proyek sistem informasi.

 c. Mengetahui Metodologi Umum Pelaksanaan Proyek Sistem Informasi (Metode Generik). 






BAB II

PEMBAHASAN


2.1. Pengertian Manajemen, Proyek dan Manajemen Proyek


2.1.1 Pengertian Manajemen,


  Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran.Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadidapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yangberhubungan erat satu sama lainnya.Skill apa sih yang harus di butuhkan bagi seorang Manajer Proyek?

Skill yang dibutuhkan ada 4 titik, yaitu:

Owner,

User

 Lingkungan,

dan Team


 Manajer proyek adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab terbesar atas pelaksanaan proyek. Pekerjaan utama dari manajer proyek adalah mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan proyek dari awal sampai selesai. Hal-hal yang perlu dilakukan seorang manajer proyek adalah :

1. Manajer proyek harus mendefinisikan proyek, merinci proyek menjadi serangkaian tugas(tasks) yang mudah dikelola, memperoleh sumberdaya yang dibutuhkan, dan membentuk tim kerja untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.

2. Manajer proyek harus menetapkan tujuan akhir dari proyek dan memotivasi anggota timkerja untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.

3. Manajer proyek harus menginformasikan kepada stakeholder tentang perkembangan pelaksanaan proyek secara periodik.

4. Manajer proyek harus mengenali resiko yang mungkin terjadi dan meminimalkan dampak terhadap penyelesaian proyek.

5. Manajer proyek harus beradaptasi terhadap perubahan-perubahan, karena tidak ada proyek yang 100% berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

 Berkaitan dengan tugas-tugas seorang manajer, maka area kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang manajer adalah: 

kepemimpinan,

manajemen orang (konsumen, suplier, manajer dankolega),

komunikasi ,

negosiasi,

perencanaan,

manajemen kontrak,

pemecahan masalah dan

berpikir kreatif.

Banyak kesalahan terjadi dalam mengelola sebuah proyek yang menyebabkan sering menjadi hambatan. Hambatan-hambatan yang mungkin terjadi adalah:

 Komunikasi yang tidak baik (Poor communication)

Persetujuan yang tidak jelas (Disagreement)

Kesalah pahaman (Misunderstandings)

Suasana yang tidak mendukung (Bad weather)

Pemogokan kerja (Union strikes)

Konflik pribadi (Personality conflicts)

Manajemen yang tidak baik (Poor management)

Definisi sasaran dan tujuan tidak jelas (Poorly defined goals and objectives)


Manajer proyek yang baik tidak menghindari semua resiko, tetapi menyiapkan proses dan prosedur standar untuk berusaha mencegah resiko yang mungkin terjadi seperti:

Keterlambatan penyelesaian proyek, pembengkakkan anggaran atau keingingan konsumen tidak terpenuhi.

Tidak konsisten antara proses dan prosedur yang digunakan manajer proyek

Proyek tidak bermanfaat dan membuang-buang waktu dan biaya.

Tidak sinerginya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi proyek.



Pengertian Proyek


  Proyek merupakan suatu tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara kongkrit serta harus diselesaikan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan.


 Menurut DI Cleland dan Wr. King (1987), proyek merupakan gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Selain itu proyek juga Bertujuan menghasilkan produk atau kerja akhir tertentu. Dalam proses mewujudkan produk tersebut di atas, ditentukan jumlah biaya, jadwal, serta kriteria mutu. Bersifat sementara,dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan titik akhir ditentukan dengan jelas. Nonrutin, tidak berulang-ulang.

  

Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang berlangsungnya proyek.Timbulnya suatu proyek antara lain dilatar belakangi oleh:

Rencana pemerintah. Misalnya proyek pembangunan jalan.

Permintaan pasar. Misalnya terjadi kenaikan permintaan suatu produk dalam jumlah besar,maka perlu dibangun sarana produksi baru.

Dari dalam perusahaan yang bersangkutan. Misalnya suatu perusahaan akan memperbarui(modernisasi) perangkat, sistem kerja, atau sistem informasi yang lama agar lebih mampu bersaing.

Dari kegiatan penelitian dan pengembangan. Dari kegiatan penelitian dan pengembangan diperkirakan dapat dihasilkan produk baru yang banyak manfaat dan peminatnya, sehingga dibangun fasilitas produksinya. 

Macam-Macam Proyek:

Menurut R.D Achibalt (1976), macam-macam proyek adalah sebagai berikut:

Proyek Kapital (Modal). Meliputi: pembebasan tanah, pembelian material dan peralatan,desain mesin, dan kostruksi guna pembangunan instalasi pabrik baru.

Proyek pengembangan produk baru adalah kegiatan untuk menciptakan produk baru yang biasanya merupakan gabungan antara proyek kapital dan proyek riset dan pengembangan.

Contoh : penemuan alat elektronik karaoke.

Proyek penelitian dan pengembangan berupa kegiatan untuk melakukan penelitian dengan sasaran yang ditentukan.

Proyek sistem informasi adalah kegiatan yang sifatnya spesifik dengan mempergunakan alat-alat pemrosesan data (data processing personal dan alat-alat lainnya).

Proyek yang berkaitan dengan manajemen: perusahaan merancang reorganisasi, perusahaan merancang program efisiensi, dan penghematan merancang diversifikasi.


2.1.3 Manajemen Proyek


Manajemen proyek merupakan suatu usaha merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi, dan mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran yang telah ditetapkan. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.

Manajemen proyek adalah suatu cara mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasikan sumber daya (manusia/material) disaat mulainya sebuah proyek hingga akhir untuk mencapai suatu tujuan, yang dibatasi oleh biaya, waktu, dan kualitas untuk mencapai kepuasan. Pengelola dalam sebuah proyek disebut sebagai Manajer Proyek.Manajer proyek bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi semua kegiatan pelaksanaan proyek, agar sesuai dengan standar kualitas, biaya dan waktu. Dan tentunya selalu bertanggung jawab untuk selalu berkomunikasi dengan tim, atasan (owner), dan pelanggan (user). Maksudnya manajer harus mampu memberikan contoh tehnik, mampu mengambil keputusan yang tepat, dan pemimpin yang dapat memberikan informasi berupa laporan kepada atasan.


Manfaat manajemen proyek:

Mengidentifikasi fungsi tanggung jawab

Meminimalkan tuntutan pelaporan rutin

Mengidentifikasi batas waktu untuk penjadwalan

Mengidentifikasi metode analisa peramalan

Mengukur prestasi terhadap rencana

Mengidentifikasi masalah dini & tindakan perbaikan

Meningkatkan kemampuan estimasi untuk rencana 

Mengetahui jika sasaran tidak dapat dicapai/terlampaui


Konsep Manajemen Proyek:

Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia, masalah dan proses.

 Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (a people management capability maturity model/ PM-CMM)yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak (sistem informasi)dalam menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.


Dasar-Dasar Organisasional :

 Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan saling bekerja sama antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem maka terdiri dari beberapa elemen yaitu:

orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.

tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau kedudukannya masing-masing.

pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan (job)masing-masing sesuai dengan posisinya.

teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.

struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.

lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang organisasi.


 Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan yang telah disepakati.

Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :

Tujuan organisasi yang jelas

Tugas yang dilakukan harus jelas

Pembagian tugas yang adil 

Penempatan posisi yang tepat

Adanya koordinasi dan integrasi


2.2. Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi Sistem

  Informasi memiliki pengertian suatu sistem yang memiliki fungsi menghasilkan informasi-informasi yang dibutuhkan pihak user. Komponen yang termasuk sistem informasi meliputi infrastruktur hardware, Software dan ketersediaan sumber daya manusia bidang teknologi informasi. Proyek sistem informasi mencakup sebagian atau keseluruhan dari rangkaian aktivitas rekayasa pembangunan sistem informasi.

Contoh-contoh proyek sistem informasi:

Proyek sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan pemilu.

Proyek pembangunan infrastruktur E-Government.

Proyek pengembangan sistem CRM (Customer Relationship Management).

Proyek pembangunan sistem E-business .

Proyek penjualan elektronik (E-Commerce).


Beberapa perbedaan karakteristik proyek sistem informasi dibandingkan dengan proyek bidang lain adalah sebagai berikut:

Memiliki tujuan untuk menghasilkan produk yang bersifat intangible (tidak dapat diraba/perkirakan, tidak dapat dinyatakan secara jelas) seperti perangkat lunak, database,jaringan yang sulit untuk mengukur nilai manfaat dari produk tersebut.

Melibatkan teknologi yang sangat cepat usang, karena perkembangan yang sangat cepat.

Membutuhkan beragam sumber daya manusia dengan keahlian dan kompetensi yang beragam.

Ukuran yang dijadikan standar sulit dibakukan, karena sulit mengukur kualitas yang dimengerti berbagai pihak secara seragam.


 Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan terlebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Kebijakan Sistem Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)perencanaan sistem menyangkut estimasi (penafsiran, perkiraan, pendapat atau penilaian) sumberdaya (kebutuhan-kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya,Perencanaan sistem terdiri dari :


perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang (periode sampai 5tahun).

Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem, departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data.


Proses Perencanaan

Sistem Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses utama, yaitu 1. Merencanakan proyek-proyek sistemTahapan proses perencanaan sistem yaitu

Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan.

Mengidentifikasi proyek-proyek sistem.

Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem.

Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu, umur ekonomis, peraturan yang berlaku).

Menetukan prioritas proyek-proyek sistem.

Membuat laporan perencanaan sistem.

Meminta persetujuan manajemen.


Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Persiapan ini meliputi :

Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan).

Mengumumkan proyek pengembangan sistem.

Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling layak untuk dikembangkan.Tahapan yang dilakukan yaitu :

Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek system.

Melakukan studi kelayakan.

Menilai kelayakan proyek system.

Membuat usulan proyek system.

Meminta persetujuan manajemen.


 Perkiraan Proyek Sistem Informasi Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam pengembangan sistem berbasis komputer. Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. Perkiraan biaya sistem informasi dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat, karena banyak variabel (manusia, teknikal, lingkungan) yang mempengaruhinya.Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan, digunakan pilihan sebagaiberikut :

Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek.

Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama.

Menggunakan teknik dekomposis.

Menggunakan satu atau lebih model empiris.

Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian yang paling sulit, untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang diperlukan. Penjadwalan tugas-tugas (kegiatan) dapat menggunakan :


Grafik Gantt 

 Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas(kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif tugas-tugas yang dikerjakan.


Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques)

 Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan jadwal yang diperlukandan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah dijalankan.

Diagram PERT lebih baik dari Gantt, karena :

Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas.

Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis.

Mudah menentukan waktu kendur.

Penjadwalan proyek berbasis komputer.

Menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan. Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project, Symantec’s Timeline dan Computer Associates’ CA-Super Project.

Proses pengembangan sistem informasi dikembangkan oleh pelaku-pelaku yang dapat dikatagorikan dalam 5 kelompok :

Manajer senior, yang bertugas mendefinisikan permasalahan-permasalahan bisnis dan sangat berpengaruh pada proyek tersebut.

Manajer proyek (teknik), yang merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan mengontrolorang-orang yang bekerja dalam proyek tersebut (praktisi).

Praktisi, adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk sistem informasi (program aplikasi)

Pelanggan, adalah orang yang membutuhkan sistem informasi (PL) tersebut.

Pengguna akhir, orang yang berinteraksi dengan sistem informasi (PL) yang dikaitkan dengan penggunaan produk.

Sedangkan contoh Manajemen Proyek antara lain:

1. Proyek pembuatan Robot

2. Proyek Pembuatan Website

3. Proyek Pembuatan Software

4. Proyek Pembuatan Aplikasi

5. Dsb.


2.3. Metodologi Umum


 Pelaksanaan Proyek Sistem Informasi (Metodologi Generik) Pengembangan sebuah sistem informasi dalam sebuah perusahaan dilakukan dengan pendekatan manajemen proyek (project management). Lepas dari berbagai variasi proyek-proyek teknologi informasi yang ada – seperti pembuatan aplikasi, penerapan perangkat lunak,konstruksi infrastruktur jaringan, dan lain sebagainya ,

metodologi yang dipergunakan secara umum adalah sama. Setidak-tidaknya ada enam buah tahapan yang harus dilalui: 

perencanaan,

analisa,

 desain,

konstruksi,

implementasi, dan

pasca implementasi.


Masing-masing konsultan atau para praktisi teknologi informasi biasanya memiliki variasinya masing-masing yang secara prinsip tidak lepas dari keenam langkah metodologi di atas.Secara umum, proyek-proyek sistem informasi dalam perusahaan atau organisasi dapat dikategorikan dalam 3 kelompok besar.

a) Proyek yang bersifat pembangunan jaringan infrastruktur teknologi informasi, menyangkut hal-hal mulai dari pengadaan dan instalasi computer sampai dengan perencanaan dan pengembangan infrastruktur jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide AreaNetwork).

b) Implementasi dari paket program aplikasi yang dibeli di pasaran dan diterapkan diperusahaan, mulai dari software kecil seperti produk-produk retail Microsoft sampai dengan aplikasi terintegrasi berbasis ERP, seperti SAP dan BAAN.

c) Perencanaan dan pengembangan aplikasi yang dibuat sendiri secara khusus (customizedsoftware), baik oleh internal perusahaan maupun kerja sama dengan pihak luar seperti konsultan dan software house. Lepas dari perbedaan tersebut,

secara garis besar ada 6 tahap yang bisa dijadikan sebagai batu pijakan atau metodologi dalam melaksanakan aktivitas pengembangan tersebut.


2.3.1. Tahap Perencanaan

 Tahap perencanaan merupakan suatu rangkaian kegiatan semenjak ide pertama yang melatar belakangi pelaksanaan proyek ini didapat, pendefinisian awal terhadap kebutuhan detail atau target yang harus dicapai dari proyek tersebut, penyusunan proposal, penentuan metodologi dan sistem manajemen proyek yang digunakan, sampai dengan penunjukan tim dan instruksi untuk mengeksekusi (memulai) proyek yang bersangkutan. Biasanya ada dua pihak yang terlibat langsung dalam proyek perencanaan ini yaitu :

Pihak yang membutuhkan (demand side) eksistensi dari suatu sistem informasi, dalam hal ini adalah perusahaan, lembaga, institusi atau organisasi yang bersangkutan.

Pihak yang berusaha menjawab kebutuhan tersebut (supply side) dalam bentuk pengembangan teknologi informasi. Kelompok ini biasanya merupakan gabungan dari para personel yang terkait dengan latar belakang ilmu dan pengetahuan yang beragam(multidisiplin), seperti ahli perangkat lunak, analisis bisnis dan manajemen, spesialis perangkat keras, programmer, sistem analis, praktisi hukum, manajer proyek dan beberapa karakteristik SDM lain yang terkait.


Dilihat dari segi manajemen proyek sistem informasi, output yang harus dihasilkan tahap perencanaan adalah berupa jadwal detail dari kelima tahapan berikutnya menyangkut masalah waktu, target yang dapat disampaikan (deliverable), personel yang bertanggung jawab, aspek-aspek keuangan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendayagunaan sumber daya yang dipergunakan dalam proyek.

Sebagai tambahan, standar-standar dan prosedur yang akan dipergunakan dalam melakukan pengelolaan proyek pun harus jelas dan disepakati bersama oleh seluruh anggota personel.


Tahap Analisis


Secara prinsip ada 2 aspek yang jadi fokus analisis, yaitu :

Aspek bisnis atau manajemen Analisis aspek bisnis dimulai dengan mempelajari karakteristik perusahaan yang bersangkutan, mulai dari aspek-aspek historis, struktur kepemilikan, visi, misi, kunci keberhasilan usaha (critical success factors), ukuran kinerja (performance measurements),strategi, program-program dan hal terkait lainnya.

Tujuan dilakukannya langkah ini :

Mengetahui posisi atau peranan teknologi informasi yang paling sesuai dan relevan diperusahaan (mengingat setiap perusahaan memiliki pandangan tersendiri dan unik terhadap sumber daya teknologi yang dimiliki, yang membedakannya dengan perusahaan lain).

Mempelajari fungsi-fungsi manajemen dan aspek-aspek bisnis terkait yang akan berpengaruh (memiliki damppak tertentu) terhadap proses desain, konstruksi dan implementasi.


Aspek teknologi Analisis aspek teknologi meliputi kegiatan-kegiatan yang bersifat menginventarisir asset teknologi informasi yang dimiliki perusahaan pada saat proyek dimulai dengan berbagai tujuan,antara lain :

Mempelajari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan dan tingkat efektivitas penggunaannya selama kurun waktu tersebut.

Menganalisis kemungkinan-kemungkinan diperlukannya penambahan sistem di kemudian hari (system upgrading) sehubungan akan diimplementasikannya teknologi baru.


Keluaran dari proses analisis di kedua aspek ini adalah isu-isu (permasalahan) penting yang harus segera ditangani, dianalisis penyebabnya, dampaknya bagi bisnis perusahaan, beberapa kemungkinan scenario pemecahan dengan segala resiko cost/benefit (laba/rugi) dan trade-off (tukar tambah), serta pilihan solusi yang direkomendasikan. Sebelum memasuki fase desain,seluruh tim harus paham tentang isu-isu ini dan memiliki komitmen untuk melanjutkan proyek yang ada ke tahap berikutnya sesuai dengan skala prioritas yang telah ditentukan (setelah memilih scenario yang disetujui bersama).


Tahap Desain


 Pada tahap desain, tim teknologi informasi bekerja sama dengan tim bisnis atau manajemen melakukan perancangan komponen-komponen sistem terkait. Tim teknologi informasi akan melakukan perancangan teknis dari teknologi informasi yang akan dibangun, seperti sistem basisdata, jaringan computer, metode interfacing, teknik konversi data, metode migrasi sitem dan sebagainya.Model-model umum seperti Flowchart, ER Diagram, DFD dan lain sebagainya dipergunakan sebagai notasi umum dalam perancangan sistem secara teknis. Sementara itu secara paralel dan bersama-sama tim bisnis atau manajemen akan melakukan perancangan terhadap komponen-komponen organisasi yang terkait seperti prosedur (SOP = Standar OperationProcedures), struktur organisasi, kebijakan-kebijakan, teknik pelatihan, pendekatan SDM dan sebagainya. Tim ini pun biasanya akan mempergunakan model-model umum seperti Porter’sValue Chain, Bussiness Process Mapping, Strategic Distinction Model, BCG Matrix, dan lain-lain. Jelas bahwa hasil tahap ini, yang berupa cetak biru rancangan sistem, secara teknis dan secara manajemen akan dijadikan pegangan dalam proses konstruksi dan implementasi komponen-komponen pada sistem informasi yang akan dikembangkan.


2.3.4.Tahap Konstruksi


 Berdasarkan desain yang telah dibuat, konstruksi atau pengembangan sistem yang sesungguhnya (secara fisik) dibangun. Tim teknis merupakan tulang punggung pelaksana tahap ini, mengingat semua hal yang bersifat konseptual harus diwujudkan dalam suatu konstruksi teknologi informasi dalam skala detail.Dari semua tahapan yang ada, tahap konstruksi inilah yang biasanya paling banyak melibatkan sumber daya terbesar, terutama dalam hal SDM, biaya, waktu. Control terhadap manajemen proyek pada tahap konstruksi harus diperketat agar tidak terjadi ketidak efisienan maupun ketidak efektifan dalam penggunaan beragam sumber daya yang ada (yang secara tidak langsung akan berdampak langsung terhadap keberhailan proyek sistem informasi yang diselesaikan secara tepat waktu). Akhir dari tahap konstruksi biasanya berupa uji coba sistem.Perbaikan-perbaikan bersifat minor biasanya harus dilakukan setelah adanya masukan-masukan yang timbul setelah diadakannya evaluasi.


2.3.5.Tahap Implementasi


 Tahap Implementasi merupakan tahap yang paling kritis karena untuk pertama kalinya sistem informasi akan dipergunakan di dalam perusahaan. Biasanya, pendekatan yang dipergunakan oleh perusahaan adalah pendekatan cut off dan paralel.

Pendekatan cut off atau big-bang adalah suatu strategi implementasi yang memilih sebuah hari sebagai patokan dan terhitung mulai hari tersebut, sistem baru mulai dipergunakan dan sistem lama ditinggalkan sama sekali.

Pendekatan paralel dilakukan dengan cara melakukan pengenalan sistem baru sementara sistem lama belum ditinggalkan, sehingga dua buah sistem berjalan secara paralel (kedua sistem tersebut biasa disebut testing environment dan production environment). 


Pemilihan terhadap kedua strategi tersebut tergantung pada perusahaan masing-masing,karena masing-masing strategi implementasi memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda.Lepas dari strategi yang dipilih, pemberian pelatihan (training) harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat sebelum tahap implementasi dimulai. Selain untuk mengurangi resiko kegagalan, pemberian pelatihan juga berguna untuk menanamkan rasa memiliki (sense ofownership) terhadap sistem baru yang diterapkan, sehingga seluruh jajaran pengguna atau SDM akan dengan mudah menerima sistem tersebut dan memeliharanya dengan baik di masa-masa mendatang. Evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk menilai kinerja sistem baru yang diterapkan dan untuk mengetahui isu-isu permasalahan yang timbul. Tentu saja pemecahan masalah dalam tahap implementasi harus segera dicari agar penggunaan sistem tersebut efektif.


Proyek sistem informasi biasanya ditutup setelah tahap implementasi dilakukan. Namun ada satu tahapan lagi yang harus dijaga manajemennya, yaitu tahap pascaimplementasi


2.3.6.Tahap Pasca-implementasi


 Dari segi teknis, yang dimaksud dengan aktivitas-aktivitas pasca implementasi adalah bagaimana manajemen pemeliharaan sistem akan dikelola (maintenance, supports and services management). Seperti halnya sumber daya yang lain, sistem informasi akan mengalami perkembangan dikemudian hari. Hal-hal seperti modifikasi sistem, interfacing ke sistem lain,perubahan hak akses sistem, penanganan terhadap fasilitas pada sistem yang rusak, merupakan beberapa contoh dari kasus-kasus yang biasa timbul dalam pemeliharaan sistem. Di sinilah perlunya dokumentasi yang baik dan transfer of knowledge dari pihak pembuat sistem ke SDM perusahaan untuk menjamin terkelolanya proses-proses pemeliharaan sistem. Tidak jarang terjadi peristiwa dimana perusahaan atau personel pembuat sistem sudah tidak diketahui lagi lokasinya setelah bertahun-tahun (mungkin perusahaannya tutup, atau yang menangani sistem sudah pindahke tempat kerja lain). Bisa dibayangkan bagaimana perusahaan pemakai sistem terpaksa membuang sistemnya (membuat sistem baru lagi) atau melakukan tambal sulam (yang secara teknis sangat berbahaya karena tingkat integritas data yang buruk) akibat tidak adanya dokumentasi teknis yang baik atau infrastruktur manajemen pemeliharaan yang efektif.


 Dari segi manajemen, tahap pascaimplementasi adalah berupa suatu aktivitas, harus ada personel atau divisi dalam perusahaan yang dapat melakukan perubahan atau modifikasi terhadap sistem informasi sejalan dengan perubahan kebutuhan bisnis yang teramat dinamis. Dengan kata lain, dalam era kompetisi sekarang, perusahaan harus mampu berubah dengan sangat cepat.Sistem informasi atau teknologi informasi yang secara teknis tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan bisnis perusahaan sudah selayaknya tidak mendapatkan tempat yang baik.

 Apakah teknologi informasi di perusahaan-perusahaan dapat dengan mudah mengikuti perubahan kebutuhan bisnis secara cepat? Jika belum, sudah waktunya bagi pemimpin perusahaan untuk berbicara dengan departemen atau divisi yang bertanggung jawab terhadap teknologi informasi perusahaan Anda. Dan kenyataannya, sudah ada teknologi yang dapat menjawab kebutuhan ini,dan itu sudah terbukti efektif. Tidak ada tempat bagi perusahaan modern pada tahun 2000 yang masih menggunakan pendekatan sistem informasi dan teknologi informasi secara konservatif (bagi sebagian perusahaan besar di Indonesia pendekatan tersebut masih dianggap sebagai pendekatan termodern).


BAB III

PENUTUP


Kesimpulan


Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu.

Menurut DI Cleland dan Wr. King (1987), proyek merupakan gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Manajemen proyek adalah suatu cara mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasikan sumber daya (manusia/material) disaat mulainya sebuah proyek hingga akhir untukmencapai suatu tujuan, yang dibatasi oleh biaya, waktu, dan kualitas untuk mencapai kepuasan.

Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan terlebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Lepas dari berbagai variasi proyek-proyek teknologi informasi yang ada – seperti pembuatan aplikasi, penerapan perangkat lunak, konstruksi infrastruktur jaringan, dan lain sebagainya – metodologi yang dipergunakan secara umum adalah sama. Setidak-tidaknya ada enam buah tahapan yang harus dilalui: perencanaan, analisa, desain, konstruksi,implementasi, dan pasca implementasi. 

Daftar Pustaka

http: // www.blogster.com/search?http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2057317-pengertian-dan-jenis-resiko-dalam/#ixzz1dhgODSf4http://ranee120.blogspot.com/2010/04/metodologi-umum-pelaksanaan-proyek.htmlhttp://dya08 webmaster.blogspot.com/aspek-aspek-yang–mempengaruhi-manajemen-proyek.html 


Selasa, 16 Januari 2024

Cara Perhitungan uang lembur perjam UMK 2022

*Cara Perhitungan Pembayaran Lembur Operator*

*Keterangan :*
Gapok / Gaji Pokok 2022 = Rp 1,885,020
Lembur Hari Biasa jam Ke-1 : 150 %
Lembur Hari Biasa jam Ke-2~3: 200 %
Lembur Hari Libur Jam Ke 1~8 : 200 %
Lembur Hari Libur Jam Ke 9 : 300 %
Lembur Hari Libur Jam Ke 10~11 : 400 %

*Cara Hitung :*
*(Gaji Pokok/173) x jam Lembur x Presentase*

*Contoh Perhitungan :*
* Lembur Hari Biasa jam Ke-1 : 150 % 
(Rp 1,885,020 / 173 ) x 1 x 150 % = Rp 16,344


*Contoh Kasus :*
1. Hari Senin Budi lebur Total 3 Jam maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 16,344 + Rp 43,584 = *Rp 59,928*

* Lembur Hari Biasa jam Ke 1 : *150 %*
(Rp 1,885,020 / 173 ) x *1 x 150 % = Rp 16,344*

* Lembur Hari Biasa jam Ke 2~3 : *200 %*
(Rp 1,885,020 / 173 ) x *2 x 200 % = Rp 43,584*


2. Hari Sabtu Budi lebur Total 9 Jam maka uang lembur yang di dapat adalah : Rp 174,337 + Rp 32,688 = *Rp 207,025*

* Lembur Libur jam Ke 1~8 : *200 %*
(Rp 1,885,020 / 173 ) x *8 x 200 % = Rp 174,337*

* Lembur Libur jam Ke 9 : *300 %*
(Rp 1,885,020 / 173 ) x *1 x 300 % = Rp 32,688*
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-7546612474935853"
     crossorigin="anonymous"></script>

Sabtu, 06 Januari 2024

Resep es Degan

Cuaca yg terik membuat kita selalu merasa haus dan dahaga es degan pelipur dahaga bisa menjadi solusinya, untuk kalian yg ingin membuat sendiri bisa banget... Berikut resep nya

1. Siapkan 1 butir degan yg masih muda
2. Gula Jawa/pasir sesuai selera
3. 1 sachet krimer kental manis
4. Es batu kristal

Cara membuat:
Belah degan Klapa dan pisahkan air dan daging Klapa
Tambahkan gula di air klapa, krimer aduk hingga tercampur dan gula sampai larut
Kerok daging Klapa masukan dalam wadah
Tuang air klapa yg sudah tercampur gula dan krimer ke dalam wadah yg ada daging Klapa, tambahkan es batu kristal
Minuman es degan siap di hidangkan

Sabtu, 27 Februari 2016

Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelang...

LADFS metlid05sakpa_unpam: Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelang...: Pengaruh Kualitas Layanan T erhadap Kepuasan Pelanggan D alam Membentuk Loyalitas Pelanggan Disusun Untuk M emenuhi Tugas Mata Kuli...

PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI KON...

LADFS metlid05sakpa_unpam: PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI KON...: PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI DEPARTMENT STORE (Studi Kasus di Matahari P ejaten Village Jakarta ) P...

PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI DEPARTMENT STORE (Studi Kasus di Matahari Pejaten Village Jakarta)

 googletag.pubads().definePassback("123456/ad/unit", [100,200])     .



PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI DEPARTMENT STORE
(Studi Kasus di Matahari Pejaten Village Jakarta)
PROPOSAL

Dosen Pengampu        : Angga Hidayat
NIDN                          : 0426108802
DIBUAT OLEH
AIP AMIRULLAH                                                    (2013121492)
DEDEN SUPRIADI                                                  (2013120804)
RINDO AGUSTIAN                                                             (2013121301)
SINTYA WANDASARI                                           (2013121120)
TRI HARYANI                                                         (2013121941)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAMULANG
2016
DAFTAR ISI


A.            Latar Belakang 1
B.            Identifikasi Masalah 2
C.            Pembatasan Masalah 2
D.            Rumusan Masalah 2
E.            Tujuan dan  manfaat penelitian 3
F.            Kerangka pemikiran 3
G.           Hipotesis 4
H.            Sistematika Penulisan 5
I.             Pendekatan data dan keilmuan 6
J.             Tim Peneliti 9
K.            Jadwal Kegiatan 9
L.             Anggaran 10
M.          Pedoman Peliputan Data 10
N.           Metode Penelitian 10
O.           Daftar Pustaka 14


 








KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkankehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam karena atas izin dan kehendaknya, makalah sederhana ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok kuliah metodologi penelitian. Adapun yang kami bahasdalammakalahsederhanainimengenai “pengaruh promosi penjualan terhadap minat beli konsumen di department store”.
Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya ilmu pengetahuan kami mengenai hal yang berkenaan dengan penulisan makalah ini.Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterimakasih kepada dosen pembimbing kami yakni Bapak Angga Hidayat yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami. Maka kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju dimasa yang akan datang. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.

                                                                                                            Pamulang, 24 Februari 2016


                                                                                                                        Penyusun





A.                Latar Belakang
Perusahaan didirikan bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan, mempertinggi daya saing dan meminimalkan biaya produksi untuk mencapai laba maksimal.Perkembangan perusahaan dan laba yang dicapai perusahaan dapat digunakan sebagai alat ukur terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitas yang berkenaan dengan operasinya. Jika tujuan perusahaan itu tercapai maka kelangsungan hidup perusahaan dimasa yang akan datang tetap mampu dipertahankan dan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Produsen harus selalu berusaha mengelola usahanya dengan baik guna mencapai tujuan tersebut. Konsumen sangat memerlukan informasi untuk menentukan keputusan suatu produk yang akan mereka beli di pasaran. Keputusan yang selalu diharapkan oleh produsen, apakah pesan yang disampaikan lewat promosinya telah dapat menjangkau pasar yang telah diharapkan atau belum. Apabila telah menjangkaunya berarti mencerminkan keberhasilan promosinya dan sudah tentu akan meningkatkan permintaan konsumen. Suatu perusahaan memproduksi barang dengan kualitas yang baik, harga relatif murah dibandingkan pesaing, dan tersebar ke berbagai tempat tetapi apabila calon pembeli tidak diberi tahu adanya produk tersebut, diingatkan atau dibujuk untuk membelinya maka produk tersebut tidak akan bisa laku di pasaran dan segala sesuatu yang dilakukan akan sia-sia. Perusahaan yang baru berdiri pun harus mempromosikan produknya untuk memberitahukan bahwa ada produk baru dan promosi yang perlu ditekankan adalah promosi yang sifatnya membujuk.Promosi yang sifatnya mengingatkan dilakukan terutama untuk mempertahankan merk dan image produk di hati konsumennya.Uraian tersebut menggambarkan betapa kompleksnya masalah promosi dalam suatu perusahaan, betapa pentingnya sistem dan strategi yang tepat dalam menyampaikan pesan kepada konsumen melalui berbagai media promosi.Kegiatan promosi yang dilakukan agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai pastinya membutuhkan biaya, biaya-biaya ini disebut dengan biaya promosi. Biaya promosi dikeluarkan oleh perusahaan antara lain untuk membuat pameran produk, memberi sponsor dan membuat iklan di media cetak maupun media elektronik. Sudah pasti perusahaan ingin selalu meningkatkan jumlah penjualan untuk mendapatkan laba yang lebih besar, dan dapat dilihat betapa berperannya promosi dalam upaya untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu meningkatkan volume penjualan.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil contoh sepertibisnis retail yang dibagi menjadi berbagai macam jenis, yaitu department store, hypermarket, supermarket, minimarket dan pedagang ecer tradisional (pedagang kelontong).Saat ini bisnis retail di Indonesia berkembang karena adanya berbagai macam bisnis retail yang  ditemukancontoh retail jenis department store adalah Matahari, Metro, Sogo dan lain-lain yang sering sekali kita temukan berbagai macam promosi.
Perkembanganya bisnis retail membuat para retailer berusaha penuh dalam memikat konsumen.Cara yang dilakukan para retailer dalam memikat konsumen adalah dengan melakukan promosi penjualan yang biasanya berupa diskon untuk beberapa barang, memberikan kupon kepada konsumen yang nantinya bisa ditukarkan dengan hadiah.
B.        Identitikasi Masalah
       Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan di latar belakang, maka dapat disimpulkan permasalahan dalampenelitian ini adalah sebagai berikut :
Sejauh mana pengaruh promosi penjualan terhadap minat beli konsumen pada Department Store Kota Jakarta
C.        Pembatasan Masalah
Berdasarkan penjelasan diatas maka batasan yang di ambil adalah pengaruh promosi penjualan terhadap minat beli konsumen  Matahari Department Store berdasarkan data penjualan tahun 2010-2015 dengan objek penelitian Matahari Department Store Pejaten Village yang berlokasi di Jalan Warung Jati Barat No. 39 Ps. Minggu Jakarta Selatan.
D.                Rumusan Masalah
Apakahpromosi penjualanberperaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen di Department Store kota Jakarta ?




E.                 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
       Tujuan menganalisis pengaruh promosi penjualanterhadap minat beli konsumen di Department Store Jakarta  adalah untuk mengetahui apakah promosi penjualan berpengaruh positif dan signifikan  terhadap minat beli konsumen diDepartment Store kota Jakarta.

2.Manfaat Penelitian
a.     Manfaat Penelitian Bagi Perusahaan
Manfaat dari menganalisis pengaruh promosi penjualan terhadap minat beli konsumenDepartment Store kota Jakarta adalah membantu memberikan informasi dan saran kepada pengelola Matahari Pejaten Village Jakarta mengenai kebijakan yang berkaitan dengan promosi penjualan .

b.     Manfaat Penelitian Bagi Peneliti Lain
Manfaat dari menganalisis pengaruh promosi penjualan terhadap minat beli kosnsumendi Matahari Pejaten Village Jakartaadalah memberikan informasi dan refrensi kepada peneliti lain untuk penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan pengaruh promosi terhadap minat konsumen.

F.                  Kerangka Pemikiran
Kerangka berpikir dan perumusan hipotesis merupakan hal penting dalam penelitian khususnya penelitian kuantitatif.Kerangka berpikir lahir dari teori.Perpaduan teori dan kerangka berpikir menghasilkan hipotesis.Kerangka pikir merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari perumusan hipotesis.Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasan teoritis.Sedangkan, hipotesis merupakan dugaan sementara yang selanjutnya diuji kebenarannya sesuai dengan model dan analisis yang cocok. Hipotesis penelitian dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara tas masalah yang dirumuskan. Kerangka berpikir dan rumusan hipotesis akan dibahas dalam tulisan ini sebagai bagaian penting dari penelitian pendidikan. Kerangka Berpikir Uma Sekaran, 1992 (dalam Sugiyono 2009) mengemukakan bahwa kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Promosi penjualan

Minat beli konsumen
 


                                                                                                                                           

G.        Hipotesis
                   Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.
Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran.





Kerangka pikir diatas dapat dibuat dugaan sementara hipotesis, sebagai berikut:
H0: promosi penjualan tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumendi Department Store Kota Jakarta
H1: promosi penjualan berpengaruh terhadap minat konsumen di Department Store Kota Jakarta

H.        Sistematika Penulisan
                   Sistematika pembahasan dalam penulisan ini ditujukan untuk memberikan gambaran serta mempermudah pembahasannya secara garis besar mengenai apa yang dikemukakan didalam tiap-tiap bab. Berikut sistematika penulisan yang digunakan :
1.    Sampul Muka
2.    Halaman Pengesahan
3.    Halaman Pernyataan
4.    Halaman Abstrak ( Bahasa Indonesia )
5.    Halaman Abstract ( Bahasa Inggris )
6.    Kata Pengantar
7.    Daftar Isi
8.    Daftar Tabel
9.    Daftar Gambar
10. Daftar Lampiran
11. Bagian Utama
Bab 1       :PENDAHULUAN
a. latar  belakang masalah
b. identifikasi masalah
c. pembatasan masalah
d. rumusan  masalah
e. tujuan  dan manfaat penelitian
f. kerangka pemikiran
g. hipotesis
h. sistematika penuliisan
i. pendekatan data dan penelitian
Bab II       :TINJAUAN PUSTAKA
Bab III     : METODOLOGI PENELITIAN
a. jenis peneliitian
b model penellitian
c. populasi dan sampel
d. teknik penggumpulan data
e. pengolahan dan analisis data
f. operasional variabel
Bab IV     : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab V       : KESIMPULAN DAN SARAN
12.  Bagian akhir,  terdiri dari :
a. daftar pustaka
b. lampiran
c surat bukti atau keterangan melakukan pennelitian

I.          Pendekatan Data dan Keilmuan
1.    Pemasaran
Tjiptono (2008) menjelaskan setiap  fungsi manajemen memberikan kontribusi tertentu pada saat penyusunan strategi  pada level yangg berbeda. Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki kontak paling besar dengan lingkungan eksternal. Padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap  lingkungan eksternal. Oleh karena itu pemasaran memainkan  peranan penting dalam pengembangan strategi.
                 Dalam peranan strateginya pemasaran mencakup setiap usaha untuki mencapai kesesuaian antara perusahaan dengan lingkungannya dalam rangka  mencari pemecahan atas masalah penentuan dua pertimbangan pokok. Pertama, bisnis apayang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis bisnis apa  yang dapat di masuki dimasa mendatang. Kedua, bagaimana  bisnis yang telah dipilih  tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalamm lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk,harga,promosi,dan distribusi untuk  melayani pasar sasaran.

2.    Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa kemampuan strategi pemasaran suatu perusahaan  untuk menanggapi setiap perubahan kondisi pasar dan faktor biaya tergantung pada  analisis terhadap faktor-faktor berikut :
a. faktor lingkungan
       analisis terhadap faktor lingkungan seperti pertumbuhan populasi dan peraturan pemerintah sangat penting untuk mengetahui pengaruh yang di timbulkannya pada bisnis perusahaan. Selain itu faktor-faktor seperti perkembangan teknologi , tingkat  inflasi, dan gaya hidup juga tidak boleh diabaikan. Hal-hal tersebut merupakan faktor lingkungan yang harus di pertimbangkan sesuai dengan produk dan  pasar perusahaan.
b. faktor pasar
       setiap perusahaan perlu selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor  seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, tahap  perkembangan, trend dalam sistem distribusi, pola perilku pembeli, permintaan musiman, segmen pasar yang ada saat ini  atau  yang dapat di kembangkan lagi, dan peluang-peluang yang belum terpenuhi.
c. persaingan
       dalam kaitannya dengan  persaingan, setiap  perusahaan perlu  memahami siapa pesaingnya, bagaimana posisi  produk/pasar pesaing tersebut, apa strategi mereka, kekuatan dan kelemahan pesaing, struktur biaya pesaing, dan kapasitas  produksi  para pesaing.
d. analisis kemampuan internal
       setiap perusahaan perlu  menilai kekuatan  dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumberdaya financial, kemampuan pemanufakturan,kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki.
3.    Promosi
         Tjiptono (2008)  menjelaskan bahwa Promosi merupakan  salah satu  faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitass  suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak  yakin bahwa produk  itu akan berguna bagi  mereka, makamereka tidak akan pernah membelinya.Pentingnya promosi dapat digambarkan lewat perumpamaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkacamata hitam yang dari tempat  gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tau apa yangg dilakukan pria tersebut, selain dirinya sendiri.
         Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud komunikasi pemasaran adalah aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informassi,  mempengaruhi/ membujuk,  dan/atau  mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan  loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

4.    Minat Beli Konsumen
     Menurut jurnal yang ditulis oleh Kasih, Sulistyowati, dan Noviasari,Simammora mengemukakan bahwa minat beli muncul karena adanya rasa percaya terhadapproduk dan jasa yang kemudian diiringi dengan kemampuan untuk membeli.
Seorang konsumen akan mendapatkan informasi dari pencarian eksternalnya yaitu dengan melakukan proses informasi.

5.    Definisi Operasional
Definisi operasional memiliki beberapa indikator yang akan diuraikan sebagai berikut:
a.   Variable terikat (dependent variable)
Variable terikat dalam penelitian ini adalah minat konsumen dimana indikator dari variable terikat dapat disebutkan sebagai berikut :
1)       keinginan untuk membeli produk
2)       keinginan untuk merefrensikan produk kepada orang lain
3)        keinginan untuk mencari informasi tentang produk
Variable bebas dalam penelitian ini adalah promosi penjualan dimana indikator dari variable terikat dapat disebutkan sebagai berikut :
1)         Ukuran insentif yang ditawarkan menarik
2)         Insentif yang ditawarkan bervariasi
3)         Kententuan untuk mendapatkan insentif jelas

J.          Tim Peneliti
                     Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan serta doa yaitu  untuk :
1.  Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat  serta karunia nya sehingga  penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik.
2.  kedua orangtua kami yang sudah memberikan dukungan dan semangat dalam mengerjakan penelitian ini.
3.  seluruh anggota tim yang saling bekerjasama dan membantu untuk dapat menyelesaikan penelitian ini yang terdiri dari  :
No.
Nama
Keterangan
1
2
3
4
5
Aip Amirulloh
Deden Supriadi
Rindo Agustian
Sintya Wandasari
Tri Haryani


Tim Peneliti

4. seluruh dosen fakultas ekonomi yang telah memberikan ilmu pengetahuan terhadap kami.

K.        Jadwal Kegiatan
           

L.         Anggaran
           
No
Anggaran
Jumlah
1
Biaya Print
Rp 600.000
2
Biaya Transportasi
Rp 600.000
3
Biaya Penyusunan Proposal & Skripsi
Rp 1.100.000
4
Biaya Pembimbing
Rp 1.200.000
5
Biaya Wisuda
Rp 2.500.000

Jumlah
Rp 6.000.000




M.        Pedoman Peliputan Data
1.kuesioner
          Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan kepada responden.Dan pertanyaan tersebut berisi tentang pertanyaan yang berkaitan dengan promosi penjualan dan minat beli konsumen.

2. Wawancara
          Wawancara adalah mendapatkan jawaban dari responden dengan cara langsung bertanya kepada responden dan wawancara adalah teknik mendapatkan jawaban dari responden secara lisan.

N.        Metode Penelitian
1.Objek dan Lokasi Penelitian
Obyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah konsumen di Matahari Mall Pejaten Village.Lokasi penelitian dilakukan di Matahari Pejaten Village lt.1 Jalan Warung Jati Barat No. 39 Ps. Minggu Jakarta Selatan.

2.Populasi dan Sampel
            Sugiyono (2009) menjelaskan terdapat perbedaan yang mendasar dalam  pengertian antara pengertian “ populasi dan sampel “ dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai  wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi itu. Populasi itu misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan murid di  sekolah tertentu, jumlah guru dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya. Dalampenelitian ini adalah konsumen di Matahari Pejaten Village Jakarta.

3.  Pengumpulan Data
a. Jenis dan Sumber Data
1) Data Primer
Data primer adalah data yang didapatkan langsung dari responden yang kita pilih, dan dalam penelitian ini sumber data primer berdasarkan dari kuesioner yang peneliti berikan dan wawancara yang dilakukan peneliti
2)  Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan data ini mendukung data primer, dalam penelitian ini data sekunder diambil dari jurnal-jurnal yang dicari melalui internet.
b. Teknik Pengumpulan Data
1)kuesioner
            Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan kepada responden.Dan pertanyaan tersebut berisi tentang pertanyaan yang berkaitan dengan promosi penjualan dan minat beli konsumen. Dan variable yang digunakan dalam pengumpulan data di penelitian ini adalah menggunakan skala likert
SS
S
N
TS
STS

SS menunjukan bahwa responden sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan dan skor SS adalah 5,  S menunjukan bahwa responden setuju dengan pernyataan yang diberikan dan S diberi skor 4, N menunjukan bahwa responden netral terhadap pernyataan yang diberikan dan N diberi skor 3, TS menunjukan bahwa responden tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan dan TS diberi skor 2, dan yang terakhir STS menunujukan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan skor untuk STS adalah 1.
2) Wawancara
          Wawancara adalah mendapatkan jawaban dari responden dengan cara langsung bertanya kepada responden dan wawancara adalah teknik mendapatkan jawaban dari responden secara lisan.
c. Alat atau Instrumen Pengumpulan Data
1)      Uji Validitas
Sekaran (2011) mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis uji validitas yang di gunakan untuk menguji ketapatan ukuran dan penulis menggunakan istilah yang berbeda untuk menujukannya.Demi kejelasan, kita bias mengelompokan uji validitas kedalam tiga bagian besar yaitu :
a) validitas isi
  validitas isi memastikan bahwa pengukuran memasukan sekumpulan item yang memadai dan mewakili yang mengungkap konsep. Semakin item skala mencerminkan kawasan atau keseluruhan konsep yang diukur, semakin besar validitas isi. Dengan kata lain, validitas isi merupakan fungsi seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep telah digambarkan.
b) validitas berdasarkan criteria
  validitas berdasarkan criteria terpenuhi jika pengukuran membedakan individu menurut suatu criteria yang di harapkan di prediksi.
c) validitas konsep
  validitas konsep menunjukan seberapa baik hasil yang di peroleh dari penggunaan ukuran cocok dengan teori yang mendasari desain test.
2)      Uji Reabilitas
Sekaran (2011) Reabilitas adalah suatu pengukuran menunjukan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias ( bebas kesalahan ) dank arena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai “ ketepatan “ sebuah pemgukuran.

4.    Analisis Data
a.Alat Analisis Data
Jawaban dari kuisioner yang dibagikan memiliki 5 skala jawaban 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (netral), 4 (setuju), 5 (sangat setuju).Analisis deskriptif merupakan analisis mengenai tanggapan atau jawaban responden tentang kuisioner penelitian dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
RS=
Rentang Skala
Kategori
1,0-1,8
Sangat Tidak Setuju
1,8-2,6
Tidak Setuju
2,6-3,4
Netral
3,4-4,2
Setuju
4,2-5,0
Sangat Setuju





















O.        Daftar Pustaka

Kasih, Citra, Lilis Sulistyowati, dan Henni NoviaSari. 2013. “Pengaruh BAURAN Promosi terhadap Minat Beli Deodoran Rexona Teens pada Siswi SMA Negri 10 Pekan Baru”. Buletin Studi Ekonomi, Vol 12, Halaman 1-12

Sekaran, Uma. 2011. Research Methods For Business, Edisi 4, Jilid 2, Jakarta: Salemba 4

Sugiyono.2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV.Alfabeta: Bandung.

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi.

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-7546612474935853"
     crossorigin="anonymous"></script>

Entri yang Diunggulkan

Kelompok IV Makalah Proses Penelitian

KATA PENGANTAR Segala puji syukur bagi ALLAH SWT yang telah menolong hambanya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan . Ka...